Sunday, April 29, 2007

Hak ba'da 50 Tahun Merdeka







Awal-awal pagi lagi saya sudah menerima sms.

"Malays choose party over race. Non-Malays choose race over party. Can you name at all where a Malay candidate (BN/non-BN) won in a non-Malay dominated area?"

Saya tak membalas sms tersebut kerana ternyata kawan itu keliru. Beliau keliru dengan keadaan politik di negara kita.
Kita mesti mengalah.
Mesti memberi.
Mesti memelihara hak.
Jangan pentingkan hak kita.
.
..
...
Sebenarnya apakah hak kita?



Sedarlah. Yang berjuang (untuk merampas) Tanah Melayu dengan darah secara sukarela bukannya kita. Itu adalah sumbangan kawan kita yang sudah bersiap sedia dalam senyap. Tak siapa yang menyangka. Tau-tau dah lengkap dengan senjata dan segala apa persiapan. Siap dengan pertubuhan. MPAJA. Bintang Tiga. 14 hari orang Melayu dalam ketakutan.

Kita? Hanya dengan jampi serapah Kiyai Salleh.

Melayu kononnya, terkenal semenjak dulu dengan sikap suka menolak kemajuan. Mereka yang memerangi British adalah dianggap menolak kemajuan. Dan berbanggalah kita dengan kemerdekaan tanpa peperangan. Tapi apa yang tersirat dalam perjanjian Kemerdekaan? Pengadaian.

50 tahun Kemerdekaan yang kita akan rayakan dengan gahnya pada tahun ini bukan bermakna kemenangan bangsa dan kekalahan pejajah. Tak usah menafi-nafikan bahawa kita masih dijajah. Kita bebas. Bebas untuk mengikut minda yang semakin dijajah.

Kata kita, pemikiran kita sekarang adalah pemikiran yang berkemajuan. Sikap kita adalah sikap globalisasi. Kononnya.

Dan perlunya bagi kita untuk yakin dan meyakinkan kepada orang lain yang kita akan mejaga hak mereka. Hingga ke titisan darah terakhir.


Tok Janggut! Tak siapa mengingatinya atau rakan-rakan seperjuangannya. Ramaikah yang tahu tentang mereka? Malahan amat sedikit. Segelintir.

Kenapa? Kerana minda kita sudah dijajah. Teruk dijajah sehingga kerapkali diperbodohkan.





Al Fatihah.

Notakaki:
Ba'da = Selepas
Gambar Barisan MPAJA dari Clare Street.





Saturday, April 28, 2007

Tagged








What a strange way to be tagged.

A meme attached to or disguised as an award now hitting the blogoshere. Being tagged under the guise of you being thought of or considered as one that motivates thinking! I was nominated or actually bestowed by QOTH, the THINKING BLOGGER AWARD. And of course the tag.

Ilker Yoldas started a meme called the Thinking Blogger Award and set it free in the blogosphere. The 5 original nominees each nominated 5 others, and those 25 all nominated five others, which made 125, and they all nominated 5, which made 625, and then 3000, and then 15000, 75000, 400000 . . . well, there’s a lot of thinking bloggers out there.

It’s called link-love. Or website promotion. Or a chain letter. That little 7kb image that is displayed with every award, always linking back to Ilker’s site, means that Ilker can sell advertising space at premium rates.


One has the option to participate or not. I decide to. For want of putting some words of praise to a few blogs that I enjoy reading. Most blogs are daily or weekly personal accounts of the blogger, but some are good entries based on circumstances, events or good thoughts. Many that I have in mind are already being tagged. However I observed a few that are not and they are the ones of my choice. And I do believe that some of these bloggers that I have tagged would not want to participate and continue tagging. Nevertheless they deserve mention.

Loppies is an artist. He paints his memories with creative use of Malay words that one has long forgotten for lack of use. His entries, centring on his days as a seamen; with eyes for details and descriptive to the minutest accounts on his reporting. Strong memories indeed Lope has got. Reading him reminds me of Arenawati. And I am 'annoyed' that Lope that does not update his blog regularly!

Just like Loppies, Bunga Rampai is another blogger with good writing style of picturing and painting her daily accounts or glimpses of life. In poetic forms. Reading her expressions at times touches one’s heart and led one perhaps to blame oneself for being indifferent to surrounding social problems; characteristic of low-cost housing community. Tremendous social problems that we did not realise because we never bother to look into.

Abdullahjones of course would never respond to tags or be a meme-carrier. His writings would put Clint Eastwood to shame. But he has messages. Though sitting himself comfortably in front of the burning logs in the fireplace, thousand of kilometers away, he is aware of what is happening back home. His alter ego is of course the handsome village bilal. Jones carries good memories of the backcountry that he described splendidly. His reminiscence of Kuantan brought memories of my childhood and early working life there. The way he described Kuantan, made me thought that I was just around the corner when he was passing by. What say you Jones? Jones paints as well or maybe better than he writes.

Jiwarasa's entries put me to shame. He reads lots and lots more than I do. And I learnt of books i.e. new books in B. Malaysia mainly, from his blog. This is one blogger who really enjoys reading and collecting books. A very diversified choice of interest. From philosophy to marketing. Strangely, we go to the same bookshops but have never met.

Pegawai Khalwat delivers messages in a different way. He is a theaterist. I believe that he lectures on theatres – acting and producing. Read between the lines! I desire to place lengthy comments to his blogs as he does to mine, but do not have the capability to write on his subject. I really enjoy your entries Tuan Pegawai though I seldom leave my trail there.

And again, there many more that I enjoy reading and as expected, have also been nominated or awarded as Thinking Bloggers. Like HAS or DITH for example.

And a note from the sponsors:



Dear award recipients,

You have to award five others whose blog you think deserve this award.

Should you choose to participate, please make sure you pass this list of rules to the blogs you are tagging. The participation rules are simple:

1. If, and only if, you get tagged, write a post with links to 5 blogs that make you think.
2. Link to this post so that people can easily find the exact origin of the meme.
3. Optional: Proudly display the 'Thinking Blogger Award' with a link to the post that you wrote.
Please, remember to tag blogs with real merits, i.e. relative content, and above all - blogs that really get you thinking!




Sunday, April 22, 2007

Pesanan buat Keng







Keng,

Aku terpanggil untuk mengingatkan kamu, iaitu diriku sendiri, tentang sabda Rasulullah Sollahu 'alaihi Wassalam, " Kenali Allah dalam kelapangan, nescaya Dia mengenalimu dalam kesempitan," dan juga "jagalah Allah, nescaya kamu mendapati-Nya berada di hadapanmu."

Mengingatkan-Nya Keng, bermaksud pendekatan kepada-Nya sebagaimana sabda-Nya melalui hadith Qudsi, "Hambaku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnat sehingga Aku mencintaiya ..... kalu dia meminta kepada-Ku pasti Aku memberinya, dan kalau dia meminta perlindungan kepada-ku maka pasti Aku melindunginya." Dan menjaga-Nya bermaksud, menjaga hukum-hukum Allah dan memelihara hak-hak-Nya.

Ingatkah kamu Keng tentang apa yang diriwayatkan oleh Ibn Abi ad-Dunya, ibn Abi-Hatim, Ibn Jarir, dan lain-lain tentang hadith dari Yazid ar-Raqasyi dari Anas secara marfu' yang bermaksud*:

Ketika Nabi Yunus a.s. berdoa dalam perut ikan nun (paus), para malaikat berkata, "Wahai Allah, suara ini adalah suara yang dikenal di negeri asing (dunia)."

Allah bertanya, "Tidakkah kalian mengenal suara itu?"

Para malaikat bertanya, "Siapakah dia?"

Allah menjawab, "Hamba-Ku Yunus."

Malaikat berkata, "Hamba-Mu Yunus, yang senantiasa diberi kepadanya amalan yang diterima dan doa yang dikabulkan?"

Allah menjawab, "Benar."

Mereka merayu kepada Allah, "Wahai Allah, apakah Engkau tidak merahmati apa yang pernah diperbuatnya dalam kelapangan, dan menyelamatkannya dari bencana?"

Allah menjawab, "Tentu."

Lalu Allah memerintahkan ikan paus untuk melemparkan Nabi Yunus a.s. ke darat. Sebagaimana firman Allah dalam Ash-Shaffat 37:142 - 143.

Dan ingatlah kamu Keng, kapada peristiwa Fir'aun yang mengisytiharkan dirinya "Aku beriman" ketika sedang tenggelam, dan firman Allah SWT dalam surah Yunus 10:91, "Apakah sekarang (kamu beriman), padahal kamu sudah derhaka sejak dulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan"

Aku berpesan kepada mu Keng, supaya nanti di akhirat aku tidak dipertanggung-jawabkan atas kelalaian mu.

Dariku

Ku Keng.




Notakaki *:

Hadith yang diriwayatkan oleh Ibn Hatim di dalam Tafsir-nya, sebagaimana disebut dalam Tafsir Ibn Katsir (IV/21), Ibn Jarir (XXIII/64), ath-Thabrani dalan Du'a' (47) dan Ibn Abid Dunya di dalam al Faraj Ba'd asy-Syiddah (hal. 25).

(Dan tak menjadi hal kepada saya sekiranya hadith ini di anggap lemah oleh pengikut al Albani!)

Marfu' = Hadits Marfu' adalah hadits yang sanadnya berujung
langsung pada Nabi Muhammad SAW




Thursday, April 12, 2007

Al Fatihah ila Wan M Saghir








Satu pagi, dua bulan lalu, sebuah teksi menghimpit keretaku di persimpangan lampu isyarat di Jalan Bandar Dalam (Sentul) dan Karak Highway dan pemandunya memberi isyarat supaya aku menurunkan cermin. Gayanya seakan-akan cemas. Ini membuatkan aku lagi cemas, kerana takut-takut sesuatu yang tak di ingini akan berlaku. Tapi aku memberanikan diri dan melihat apa yang hendak dilakukannya.

”Ustaz sakit!” laungnya.

Apabila aku nampak keliru dengan apa yang disampaikan, beliau laung lagi, ”Ustaz Wan sakit.” Dan barulah aku sedar, siapa yang menegurku. Rupa-rupanya seorang pemuda yang merupakan murid kepada Ustaz Wan Mohd. Saghir.

”Insha Allah,” anggukku, ”nanti ana datang.”

Ustaz Wan Saghir, penyelidik, sejarawan dan pengajar kitab-kitab lama karangan ulamak-ulamak Patani, dan malahan yang telah memertabatkan ulamak-ulamak Melayu (Jawi) silam, juga merupakan saudaraku, diperanakan di Riau.

Tak banyak yang nak ku ceritakan tentang beliau di sini, hanya ingin memanjangkan berita sedih kepulangan beliau pagi tadi lebih-kurang jam 11.30 (12 April 2007), kerahamatullahi ta’ala, setelah diserang angin ahmar (stroke) selama dua bulan. Jenazah beliau pada ketika entri ini ditulis sedang dikebumikan di Pondok Pak Chu Him Gajah Mati di Kedah, untuk memenuhi hasrat almarhum serta juga atas permintaan guru-guru pondok di sana. Allahummagh firlahu warhmahu.

Ustaz Wan Saghir, terkena angin ahmar pada sebelah kiri badannya. Meskipun tak begitu berat keadaannya, beliau hanya boleh bergerak-gerak dan berjalan perlahan-lahan. Terakhir pertemuan kami, ternampak ada kemajuan yang baik pada dirinya, dan sudah mula mau berbual-bual panjang. Meskipun dipesan supaya berihat, semangatnya kuat. Diceritakannya tentang majlis sambutan 70 tahun Madrasah Tuan Haji Ibrahim Bongek yang dihadhirinya, pada 16 Februari sebelumnya meskipun beliau telah berbulan-bulan mengalami sakit buasir, dan terpaksa dipimpin untuk ke kereta; beliau menceritakan tentang progrem yang bakal diadakan di Raub untuk pertemuan suku-sakat Rawa, dan tentang Teuku Daud Beureueh, pejuang Atjeh, yang mempunyai tali persaudaraan yang rapat dengan Sheikh Daud al Patani. Nama Teuku Daud Beureueh itu katanya adalah mengambil sempena nama Sheikh Daud. Beliau juga menceritakan bagaimana keadaan sakitnya telah memberinya beberapa ilham untuk membuat ubat-ubatan sendiri yang dapat melegakan beberapa keadaan dirinya.

Dalam keadaan tidak lagi dapat menyebut dengan betul dan petah, aku bersyukur kerana dia sempat berpesan kepadaku supaya membuat pembetulan kepada silsilah yang menjadi kajian bersama kami, berdasarkan kepada beberapa maklumat yang baru beliau perolehi. Alhamdulillah. Di samping itu ada juga beberapa pesanan yang lain.





Hari ini aku kehilangan kekandaku yang amat ku sayangi. Seorang yang amat mementingkan silatur-rahmi. Tempat aku mencari ilmu. Semoga Allah SWT memberinya kelapangan dan cahaya di alam kuburnya dan keselesaan dalam menantikan akhirah. Semoga berkumpul dirinya dalam barisan ulamak-ulamak yang telah beliau martabatkan. Dikalangan solihin dan muttaqin; awliyak dan anbiyak.

Allahumma 'aj al qabrahu raudhataan mirriyadhil jannah.

Keterangan gambar:

Gambar terakhir beliau bersama Sheikh Salleh b. Sheikh Uthman b. Sheikh Tahir Jamaluddin (Pak Ngah Leh Penanti [kini menetap di Makkah]) pada akhir tahun lepas.



Saturday, April 07, 2007

Sifat Melayu




"Orang Melayu," kata Mohd. Yassin, "berdasarkan kepada anakku yang dah 6 tahun di Malaysia, ada beberapa sifat yang unik." Dia pun menyenaraikannya satu persatu. Aku mendengar dengan khusyuk.
  1. Orang Melayu sangat mementingkan halal dan haram. Bawalah mereka kemana-mana restoran besar dan soalan pertama mereka adalah, "halal ke ni?". Malahan Malaysialah yang mempelopori Global Hub. Tapi apabila diberitahu yang makanan itu atau ini ada kandungan yang tak halal, jawab mereka "aah itu sedikit saja. Kita tak perlu persoalkan. Nanti susah!"
  2. Yang paling mereka benci adalah keturunan BC (tak perlu aku menyebutnya disini). Tapi anihnya, Melayu yang kaya raya, pasti ada keturunan itu di belakang mereka.
  3. Kebencian kedua mereka adalah kepada Singapura. Untuk mengalihkan tumpuan mereka kepada isu politik tempatan yang panas, kaitkan isu itu kepada Singapura. Perhatian mereka serta merta bertukar.
  4. Kebencian ketiga mereka adalah pada Bush. George Bush. Mereka bencikan Bush lebih daripada kebencian orang Arab kepadanya, sekiranya ada perasaan sebegitu.
  5. Kebencian keempat mereka adalah pada Israel. Marahnya orang Melayu kepada perangai seseorang dan mereka akan labelkan orang itu sebagai Yahudi.
  6. Anihnya, meskipun benci membenci, apabila ditanya kedua-dua si Melayu dan si BC tentang Malaysia, mereka masing-masing akan memuji melangit negara mereka. Seolah-olah tak ada masalah.
  7. Orang Melayu takut untuk menerima rawatan perubatan daripada pengamal perubatan allopathy. Apabila sakit, mereka akan mencari air jampi dulu. Sekiranya tak ada kemajuan, maka mereka mencari pengamal herbal. Dan seterusnya mencari bomoh. Yakinnya Melayu kepada doa.
  8. Apabila memulakan sesuatu mereka akan mengadakan kenduri doa selamat. Baca Yasiin dan bikin tahlil.
  9. Apabila mendapat sesuatu, begitu juga. Doa selamat, Yasiin dan tahlil.
  10. Apabila gagal dalam sesuatu, mereka mencari bomoh.
  11. Orang Melayu suka berinsya Allah. Nak buat maksiat pun mereka ikrarkan dengan "Insya Allah." Tapi ujarku, Arab berinsya Allah lagi lebih mudah, tapi sentiasa mungkir.
  12. Berjaya buat maksiat pun mereka bersyukur. "Apa?" tanyaku. "Pengeluaran album oleh penyanyi!' jawab Yassin selamba.

Sekurang-kurangnya Melayu ini, kata Yassin, lebih bertawakal dari Arab. Dan lebih kepekaan mereka tentang Palestine, dari Arab-Arab di Negara Teluk.

P.S.: Saya kira pandangan Yassin taklah dikira menghina.




Sunday, April 01, 2007

Cinta Kepada Baginda




La ilahaa illalLah Ya Rabbi khudz biyadii...

Mawla ya solli wassollim.... sekali lagi dalam hidup kita, kita menempuhi hari milaadunnabi. Hari keputeraan nabi.

Sabda Baginda Rasulullah sollahu 'alaihi wassalam kepada sahabatnya,"..... bahawa akan ada umat yang akan datang yang lebih tinggi kedudukannya daripada kamu semua." Kata-kata yang amat mengejutkan sahabat-sahabat yang hadhir, "kerana," kata Baginda apabila ditanya, "mereka cintakan daku meskipun mereka tak pernah menemuiku..."

Cintanya sahabat kepada Baginda Rasulullah sollahu 'alaihi wassalam, dapat kita gambarkan dari peristiwa Bilal ibn Rabah sewaktu diminta untuk melaungkan azan sebelum pengebumian Baginda. Tatkala tiba kepada kalimah 'Asyahadu anna Muhammadur....' berderai-derai keluar air matanya sehingga dirinya menjadi sebak lantas tak dapat meneruskan azannya. "Demi Allah," sumpah Bilal "aku tak akan menjadi muezzin lagi (untuk melaungkan azan)." Begitulah hibanya perasaan Bilal ibn Rabah, untuk melepaskan tuannya yang amat dicintainya, Sayiddina Muhammad sollallahu 'alaihi wassalam.

Dan beberapa tahun selepasnya sewaktu bilal mengunjungi Medinah untuk menziarahi teman-teman, beliau telah diminta oleh Sayyidina Hussein ibn 'Ali untuk melaungkan azan fajr pada keesokkan harinya. Dan berita ini telah tersebar ke seluruh pelusuk Medinah. Maka berduyun-duyunlah penduduk Medinah ke Masjid Nabawi, pada fajr keesokan harinya untuk bersama-sama mengingat kembali waktu-waktu semasa hayat Rasulullah sollahu 'alaihi wassalam.

Benar, laungan azan yang mendayu, menyebabkan linangan air mata pada semua yang hadhir, dan suasana menjadi hiba.

Cinta. Itulah cinta. Dan bagaimana pula ukuran cinta kita kepada Baginda?

Baginda menjanjikan syafa'at kepada umatnya di Mahsyar, dan adakah kita menerima pelawaan ini? Baginda menjanjikan pembawaan selawat yang dilafazkan kita, oleh malaikat Jibril terus kepadanya tatkala selawat itu dibaca, dan beramalkah kita dengan bacaan ini? Dan Allah SWT menjanjikan balasan sepuluh kali ganda kepada setiap kali selawat yang kita lafazkan. Masih menantikah kita untuk menyambut pelawaan Allah ini?
janganlah kau berharap esok saja akan berbuat kebaikan
jangan-jangan esok tika ianya menjelang ....
engkau pula telah menghilang

Selawatlah amalan yang paling senang untuk dibuat. Usah dikirakanlah sunnah-sunnah lain yang kita sibuk perbahaskan penyesuaiannya, pada zaman ini!







ALLAHUMMA SOLLI 'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD,
BIQADRI HUBBIKA FIH,
WAZIDNAA YA ALLAH HUBBAN FIH....



p.s.:
tapi jangan dilupakan ibadah yang fardhu!