Keng,
Aku terpanggil untuk mengingatkan kamu, iaitu diriku sendiri, tentang sabda Rasulullah Sollahu 'alaihi Wassalam, " Kenali Allah dalam kelapangan, nescaya Dia mengenalimu dalam kesempitan," dan juga "jagalah Allah, nescaya kamu mendapati-Nya berada di hadapanmu."
Mengingatkan-Nya Keng, bermaksud pendekatan kepada-Nya sebagaimana sabda-Nya melalui hadith Qudsi, "Hambaku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnat sehingga Aku mencintaiya ..... kalu dia meminta kepada-Ku pasti Aku memberinya, dan kalau dia meminta perlindungan kepada-ku maka pasti Aku melindunginya." Dan menjaga-Nya bermaksud, menjaga hukum-hukum Allah dan memelihara hak-hak-Nya.
Ingatkah kamu Keng tentang apa yang diriwayatkan oleh Ibn Abi ad-Dunya, ibn Abi-Hatim, Ibn Jarir, dan lain-lain tentang hadith dari Yazid ar-Raqasyi dari Anas secara marfu' yang bermaksud*:
Ketika Nabi Yunus a.s. berdoa dalam perut ikan nun (paus), para malaikat berkata, "Wahai Allah, suara ini adalah suara yang dikenal di negeri asing (dunia)."
Allah bertanya, "Tidakkah kalian mengenal suara itu?"
Para malaikat bertanya, "Siapakah dia?"
Allah menjawab, "Hamba-Ku Yunus."
Malaikat berkata, "Hamba-Mu Yunus, yang senantiasa diberi kepadanya amalan yang diterima dan doa yang dikabulkan?"
Allah menjawab, "Benar."
Mereka merayu kepada Allah, "Wahai Allah, apakah Engkau tidak merahmati apa yang pernah diperbuatnya dalam kelapangan, dan menyelamatkannya dari bencana?"
Allah menjawab, "Tentu."
Lalu Allah memerintahkan ikan paus untuk melemparkan Nabi Yunus a.s. ke darat. Sebagaimana firman Allah dalam Ash-Shaffat 37:142 - 143.
Dan ingatlah kamu Keng, kapada peristiwa Fir'aun yang mengisytiharkan dirinya "Aku beriman" ketika sedang tenggelam, dan firman Allah SWT dalam surah Yunus 10:91, "Apakah sekarang (kamu beriman), padahal kamu sudah derhaka sejak dulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan"
Aku berpesan kepada mu Keng, supaya nanti di akhirat aku tidak dipertanggung-jawabkan atas kelalaian mu.
Dariku
Ku Keng.
Notakaki *:
Hadith yang diriwayatkan oleh Ibn Hatim di dalam Tafsir-nya, sebagaimana disebut dalam Tafsir Ibn Katsir (IV/21), Ibn Jarir (XXIII/64), ath-Thabrani dalan Du'a' (47) dan Ibn Abid Dunya di dalam al Faraj Ba'd asy-Syiddah (hal. 25).
(Dan tak menjadi hal kepada saya sekiranya hadith ini di anggap lemah oleh pengikut al Albani!)
Marfu' = Hadits Marfu' adalah hadits yang sanadnya berujung
langsung pada Nabi Muhammad SAW
